Jumat, 30 Desember 2011
resep sate ayam/ daging
Sate ayam / daging
Bahan:
300 g fillet ayam, iris tipis, potong 1x3 cm tusuk sate
4 sdm kecap manis
Haluskan:
3 butir bawang merah
2 siung bawang putih
2 butir kemiri
½ cm kunyit
½ sdt ketumbar
¼ sdt merica bubuk
¼ sdt jintan
1 sdt garam
1 sdt gula merah
Pelengkap: Kecap manis Sambal Rawit Sambal Kacang
Cara membuat:
Aduk potongan fillet ayam dengan Bumbu Halus hingga rata.
Diamkan selama 30 menit.
Tusuki tiap 3 potong ayam dengan tusuk sate. Olesi sate dengan kecap manis lalu bakar di atas bara api hingga matang. Angkat. Sajikan dengan Pelengkapnya.
Untuk 12 tusuk
Selasa, 27 Desember 2011
lirik we will not go down
We will not go down
A blinding flash of white light Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover Not knowing whether they're dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who's wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down In Gaza tonight
Senin, 26 Desember 2011
jalan jalan ^_^
Pernah ke borobudur? Pertama ke borobudur saat usia 4 thn. Hawanya sejuk and pemandangannya indah. Tanggal 24 desember 2011 kembali menginjakkan kaki disana. Ada banyak yg berubah. Lebih banyak aturan( lebih mirip penjara). Mau naik ke atas, padat dan antri.belum lagi teriakan dari speaker " kunjungan dibatasi 5 menit saja".sebenarnya saya datang ke tempat pariwisata atau penjara ya? Krn disana rasanya seperti penjara. Lelah cape and jengkel melihat tingkah manusia yg kurang ramah. Akhir perjalanan, saya belum sholat dhuhur ( perjalanan dari Jakarta ) saya sholat di mushola yg nyempil dan tersembunyi. Benar benar tak terawat. :( . Sedih dan prihatin.
M.L.M halal atau tidak?
ML.M Halal atau tidak?? Penjelasan ttg cara kerja sistem Oriflame, sekalian penjelasan ML.M Halal atau tidak?? Ada banyak hal positif dari sistem MLM. Karena ada banyak MLM yang bisa dipilih, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatik an dalam memilih MLM : 1. Produknya halal
1. Produknya halal Karena tidak halal rezeki yang diperoleh dari perdagangan produk yang tidak halal. 2. Mekanismenya adil Ada sistem MLM yang menguntungkan mereka yang lebih dahulu masuk, walaupun tidak ada usaha. MLM yang benar, bonus harus tetap berdasarkan upaya, mereka yang upayanya
besar lah yang berhak untuk mendapatkan bonus yang besar. Dari Moi (my best downline, hai Moi :-) ), saya sempat dapat link pembahasan tentang berbagai MLM di dunia, mana yang perlu diwaspadai, mana yang baik. http://www.mlm-thetruth.com/ Di sana ada daftar MLM yang menurut kriteria yang dibuat, dianggap kurang fair. Syukurlah Oriflame tidak masuk di sana :-) Demikian sedikit tambahan dari saya
Demikian sedikit tambahan dari saya, semoga bermanfaat. Meu 2007/6/30, taufiq hidayatullah : "…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mer\ngubah keadaannya yang ada pada diri mereka sendiri."
MLM boleh saja berasal dari barat. Namun, dalam praktek dan implementasinya, bisnis ini penuh nuansa Islam, baik silaturahmi, tolong menolong dan tawakal dalam merubah nasib. Islam, sebagai agama rahmatan lil alamin, tidak melulu mengatur hubungan antara manusia dengan pencipta-Nya (hablum minallah). Melainkan hubungan antara manusia dan sesamanya (hablum minannas). Kedua hal ter rsebut tak dapat dipisahkan. Lebih-lebih dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi, suatu tugas yangt ak dapat diemban oleh malaikat, hamba Allah yang paling taat menjalankan perintah-Nya. Dalam melaksanakan kekhalifaannya itu, Ilahi menyiapkan beberapa perangkat kepada manusia, sesuatu yang tak diberikan sempurna kepada mahluk lainnya, seperti akal, nafsu, naluri, budi,
Ilmu dan agama. Karena itu, manusia merupakan mahluk paling sempurna diantara mahluk ciptaan-Ny a. Dan perangkat-perangkat tadi digunakan, setelah manusia menjalanka n shalat (hablum minallah), seperti diamanatkan dalam Al Qur'an surat Al Jumu'ah, ayat 62: Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kami di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung. Carilah karunia Allah pada
ayat tersebut –banyak menyebut kewajiban manusia untuk bekerja dan berusaha –bukan semata-mata uang. Kata K.H Abdullah Gymnastiar, dalam tulisannya di Republika, rubrik Taushiyah, alat ukur keuntungan dalam berbisnis atau bekerja itu ada lima. Pertama, keuntungan amal shaleh. Kedua, keuntungan membangun nama baik.
Ketiga, keuntungan menambah ilmu, pengalaman dan wawasan. Keempat, keuntungan membangun tali silahturahmi atau relasi yang baik. Kelima, keuntungan yang tidak sekadar mendapatkan manfaat bagi diri sendiri, melainkan bagi banyak orang dan memuaskan orang lain. Ternyata, dari lima alat ukur itu, semua terakomodir dalam bisnis MLM. Misalnya, keuntungan membangun
Misalnya, keuntungan membangun relasi dan silaturahmi, merupakan hal pokok dalam bisnis MLM. Sebab, dalam bisnis MLM, dibangun atas dasar dua prinsip: menjual dan mensponsori orang lain ke dalam bisnis ini. Kedua hal tersebut, hanya dapat dilakukan dengan melakukan silaturahm i (dalam MLM disebut home sharing, home meeting). Dalam silaturahmi itu, pelaku bisnis ini mempresentasikan tentang keunggulan produk maupun peluang bisnisnya untuk menjadi
Jutawan. Silaturahmi, dalam bisnis MLM, dianjurkan dari orang-orang terdekat dahulu, seperti anggota keluarga dan sahabat. Kepada merekalah, kunjungan dilakukan untuk memperkenalkan bisnis ini. Lalu, dilanjutkan dalam aspek yang lebih luas, tetangga, relasi, maupun kenalan-kenalan baru. Lagi-lagi dalam perspektif Islam, silaturahmi dan menjual, juga dianjurkan. Silaturahmi dalam hadis nabi yang diriwayatkan oleh Bukahri,
"Siapa yang ingin murah rezekinya dan panjang umurnya maka hendaklah ia mempererat hubungan silaturahmi". Begitupun saat ditanya oleh sahabatnya tentang usaha yang terbaik, Rasullah menjawab: kerja dengan seseorang dan semua jual beli yang mabrur. Kebetulan, sebelum diangkat menjadi rasul, profesi nabi adalah berdagang yang dilakukannya sejak usia 12 tahun. Dalam berdagang, nabi dikenal jujur, sehingga dijuluki Al Amin (orang yang dapat dipercaya) Kejujuran nabiehingga dijuluki Al Amin (orang yang dapat dipercaya). Kejujuran nabi dalam berdagang –samapai ke negeri Sjam –membuat investornya konglomerat Siti Khadijah, jatuh cinta. Keduanya menikah dalam usia yang terpaut jauh: Siti Khadijah berusia 40 tahun, sedang nabi 25 tahun. Setelah berhasil mensponsori, maka peran upline selaku "orang tua" kepada downline dilakukan. Layaknya orang tua, upline memberikan pengarahan, bimbingan dan mengajarkan tentang seluk beluk bisnis ini. Ataupun mengikuti training dan pelatihan yang dilakukan perusahaan maupun para leader, yang dalam Islam, dikenal Taushyiah (saling berbuat kebaikan) Dalam kegiatan ini, seperti dikatakan oleh Aa Gym –demikian sebutan akrab K.H Abdullah Gymnastiar –diperoleh keuntungan menambah ilmu, pengetahuan dan wawasan. Katanya, jika punya banyak uang, tapi
Tidak berilmu, sebentar saja uang itu bisa hangus. Tidak sedikit orang punya uang, tetapi tidak memiliki banyak pengalaman, sehingga mereka mudah tertipu. "Sebaliknya, misalkan uang kita habis dirampok, kalau kita memiliki ilmu, kita bisa mencarinya lagi dengan mudah," demikian cuplikan dari surat kabar. Sekali Oriflame tetap Oriflame ;-), IAllah yang kita jalanlkan termasuk Oriflame ini halal dan berkah ya teman2. Luv
AL FATIHAH
Surat al-Fatihah, awal surat dalam al-Qur'an itu ternyata menyiratkan perintah untuk belajar sejarah. Mungkin banyak yang tidak sadar, walau setiap hari setiap muslim pasti mengucapkannya. Tidak sekali bahkan. Tetapi banyak yang tidak menyadari sebagaimana banyak yang tidak mempunyai kesadaran untuk membaca, mengkaji, mendalami sejarah Islam. Bermula dari doa seorang muslim setiap harinya: "Tunjukilah kami jalan yang lurus." (QS. al-Fatihah [1] : 6) Jalan lurus, yang oleh para mufassir ditafsirkan sebagai dienullah Islam itu, dengan gamblang digambarkan dengan ayat selanjutnya dalam al-Fatihah: "(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka dan bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." Di sinilah perintah tersirat untuk belajar sejarah itu bisa kita dapatkan. Ada tiga kelompok yang disebutkan dalam ayat terakhir ini; 1. Kelompok yang telah diberi nikmat oleh Allah 2. Kelompok yang dimurkai Allah 3. Kelompok yang sesat Ketiga kelompok ini adalah generasi yang telah berlalu. Generasi di masa lalu yang telah mendapatkan satu dari ketiga hal tersebut. Kelompok pertama, generasi yang merasakan nikmat Allah. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya (Tafsir Ibnu Katsir 1/140, al-Maktabah al-Syamilah) menjelaskan bahwa kelompok ini dijelaskan lebih detail dalam Surat an-Nisa: 69-70, "Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. an-Nisa [4] : 69-70) "Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui." Ada kata penghubung yang sama antara ayat ini dengan ayat dalam al-Fatihah di atas. Yaitu kata (أنعم) yaitu mereka yang telah dianugerahi nikmat. Sehingga Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat dalam al-Fatihah tersebut dengan ayat ini. Mereka adalah: Para nabi, para shiddiqin, para syuhada' dan para shalihin. Kesemua yang hadir syuhada' dan para shalihin. Kesemua yang hadir dalam dalam doa kita, adalah mereka yang telah meninggal. Ini adalah perintah tersirat pertama agar kita rajin melihat sejarah hidup mereka. Untuk tahu dan bisa meneladani mereka. Agar kita bisa mengetahui nikmat seperti apakah yang mereka rasakan sepanjang hidup. Agar kemudian kita bisa mengikuti jalan lurus yang pernah mereka tempuh sekaligus bisa merasakan nikmat yang telah mereka merasakan. Perjalanan hidup mereka tercatat rapi dalam sejarah. Ukiran sejarah abadi mengenang, agar menjadi pelajaran bagi setiap pembacanya. Kelompok kedua, mereka yang dimurkai Allah. Imam Ibnu Katsir (Tafsir Ibnu Katsir 1/141, al-Maktabah al-Syamilah) kembali menjelaskan bahwa mereka yang mendapat nikmat adalah mereka yang berhasil menggabungkan antara ilmu dan amal Adapun kelompok yang dimurkai adalah kelompok yang mempunyai ilmu tetapi kehilangan amal. Sehingga mereka dimurkai. Kelompok ini diwakili oleh Yahudi. Sejarah memang mencatat bahwa mereka yang menentang Nabi Muhammad SAW sekalipun, sesungguhnya tahu dengan yakin bahwa Muhammad SAW adalah Nabi yang dijanjikan dalam kitab suci mereka akan hadir di akhir zaman. Sekali lagi, mereka bukanlah masyarakat yang tidak berilmu. Justru mereka telah mengantongi informasi ilmu yang bahkan belum terjadi dan dijamin valid. Informasi itu bersumber pada wahyu yang telah mereka ketahui dari para pemimpin agama mereka. "Demi Allah, sungguh telah jelas bagi kalian semua bahwa dia adalah Rasul yang diutus. Dan dialah yang sesungguhnya yang kalian jumpai dalam kitab kaalian...." kalimat ini bukanlah kalimat seorang shahabat yang sedang berdakwah di hadapan Yahudi. Tetapi ini adalah pernyataan Ka'ab bin Asad, pemimpin Yahudi Bani Quraidzah. Dia sedang membuka ruang dialog dengan masyarakatnya yang dikepung oleh 3.000 pasukan muslimin, untuk menentukan keputusan yang akan mereka ambil. Maka benar, bahwa Yahudi telah memiliki ilmu yang matang, tetapi mereka tidak mau mengikuti kebenaran tersebut. Inilah yang disebut oleh Surat al-Fatihah sebagai masyarakat yang dimurkai. Para ulama menjelaskan bahwa tidaklah kaum Bani Israil itu diberi nama Yahudi dalam al-Qur'an kecuali dikarenakan setelah menjadi masyarakat yang rusak. Rangkaian doa kita setiap hari ini menyiratkan pentingnya belajar sejarah. Untuk bisa mengetahui detail bangsa dimurkai tersebut, bagaimana mereka, seperti apa kedurhakaan mereka, ilmu apa saja yang mereka ketahui dan mereka langgar sendiri, apa saja ulah mereka dalam menutup mata hati mereka sehingga mereka berbuat tidak sejalan dengan ilmu kebenaran yang ada dalam otak mereka. Sejarah mereka mengungkap semuanya. Kelompok ketiga, mereka yang sesat. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa bagian dari penafsirannya adalah masyarakat Nasrani. Masyarakat ini disebut sesat karena mereka memang tidak mempunyai ilmu. Persis seperti orang yang hendak berjalan menuju suatu tempat tetapi tidak mempunyai kejelasan ilmu tentang tempat yang dituju. Pasti dia akan tersesat jalan. Kelompok ketiga ini kehilangan ilmu walaupun mereka masih beramal.Masyarakat ini mengikuti para pemimpin agamanya tanpa ilmu. Menjadikan mereka perpanjangan lidah tuhan. Sehingga para pemimpin agamanya bisa berbuat semaunya, menghalalkan dan mengharamkan sesuatu. Sebagaimana yang jelas tercantum dalam ayat: "Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan." (QS. at-Taubah [9] : 31) Kisah' Adi bin Hatim berikut ini menjelaskan dan menguatkan ayat di atas, Dari 'Adi bin Hatim radhiallahu anhu berkata: Aku mendatangi Nabi shallallahu alaihi wasallam dan di leherku ada salib terbuat dari emas, aku kemudian mendengar beliau membaca ayat: Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah.Aku menyatakan: Ya Rasulullah sebenarnya mereka tidak menyembah rahib-rahib itu.Nabi menjawab: Benar. Tetapi para rahib itu menghalalkan untuk mereka apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah, maka itulah peribadatan kepada para rahib itu. (HR. Tirmidzi dan Baihaqi, dihasankan oleh Syekh al-Albani) Bagaimanakah mereka masyarakat nasrani menjalani kehidupan beragama mereka? Bagaimanakah mereka menjadikan pemimpin agama mereka menjadi perwakilan tuhan dalam arti boleh membuat syariat sendiri? Di manakah kesesatan mereka dan apa efeknya bagi umat Islam dan peradaban dunia? Semuanya dicatat oleh sejarah. Inilah doa yang selama ini kita mohonkan dalam jumlah yang paling sering dalam keseharian kita. Al-Fatihah yang merupakan surat pertama. Bahkan surat pertama yang biasanya dihapal terlebih dahulu oleh masyarakat ini. Surat utama yang paling sering kita baca. Surat yang mengandung doa yang paling sering kita panjatkan. Siratan perintah untuk belajar sejarah sangat kuat terlihat. Maka sangat penting kita memperhatikan kandungan surat yang paling akrab dengan kita ini. Agar terbukti dengan baik dan benar doa kita; "Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (QS. al-Fatihah [1] : 6-7)
sejarah itu penting
Surat al-Fatihah, awal surat dalam al-Qur'an itu ternyata menyiratkan perintah untuk belajar sejarah. Mungkin banyak yang tidak sadar, walau setiap hari setiap muslim pasti mengucapkannya. Tidak sekali bahkan. Tetapi banyak yang tidak menyadari sebagaimana banyak yang tidak mempunyai kesadaran untuk membaca, mengkaji, mendalami sejarah Islam. Bermula dari doa seorang muslim setiap harinya: "Tunjukilah kami jalan yang lurus." (QS. al-Fatihah [1] : 6) Jalan lurus, yang oleh para mufassir ditafsirkan sebagai dienullah Islam itu, dengan gamblang digambarkan dengan ayat selanjutnya dalam al-Fatihah: "(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka dan bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." Di sinilah perintah tersirat untuk belajar sejarah itu bisa kita dapatkan. Ada tiga kelompok yang disebutkan dalam ayat terakhir ini; 1. Kelompok yang telah diberi nikmat oleh Allah 2. Kelompok yang dimurkai Allah 3. Kelompok yang sesat Ketiga kelompok ini adalah generasi yang telah berlalu. Generasi di masa lalu yang telah mendapatkan satu dari ketiga hal tersebut. Kelompok pertama, generasi yang merasakan nikmat Allah. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya (Tafsir Ibnu Katsir 1/140, al-Maktabah al-Syamilah) menjelaskan bahwa kelompok ini dijelaskan lebih detail dalam Surat an-Nisa: 69-70, "Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. an-Nisa [4] : 69-70) "Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui." Ada kata penghubung yang sama antara ayat ini dengan ayat dalam al-Fatihah di atas. Yaitu kata (أنعم) yaitu mereka yang telah dianugerahi nikmat. Sehingga Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat dalam al-Fatihah tersebut dengan ayat ini. Mereka adalah: Para nabi, para shiddiqin, para syuhada' dan para shalihin. Kesemua yang hadir syuhada' dan para shalihin. Kesemua yang hadir dalam dalam doa kita, adalah mereka yang telah meninggal. Ini adalah perintah tersirat pertama agar kita rajin melihat sejarah hidup mereka. Untuk tahu dan bisa meneladani mereka. Agar kita bisa mengetahui nikmat seperti apakah yang mereka rasakan sepanjang hidup. Agar kemudian kita bisa mengikuti jalan lurus yang pernah mereka tempuh sekaligus bisa merasakan nikmat yang telah mereka merasakan. Perjalanan hidup mereka tercatat rapi dalam sejarah. Ukiran sejarah abadi mengenang, agar menjadi pelajaran bagi setiap pembacanya. Kelompok kedua, mereka yang dimurkai Allah. Imam Ibnu Katsir (Tafsir Ibnu Katsir 1/141, al-Maktabah al-Syamilah) kembali menjelaskan bahwa mereka yang mendapat nikmat adalah mereka yang berhasil menggabungkan antara ilmu dan amal Adapun kelompok yang dimurkai adalah kelompok yang mempunyai ilmu tetapi kehilangan amal. Sehingga mereka dimurkai. Kelompok ini diwakili oleh Yahudi. Sejarah memang mencatat bahwa mereka yang menentang Nabi Muhammad SAW sekalipun, sesungguhnya tahu dengan yakin bahwa Muhammad SAW adalah Nabi yang dijanjikan dalam kitab suci mereka akan hadir di akhir zaman. Sekali lagi, mereka bukanlah masyarakat yang tidak berilmu. Justru mereka telah mengantongi informasi ilmu yang bahkan belum terjadi dan dijamin valid. Informasi itu bersumber pada wahyu yang telah mereka ketahui dari para pemimpin agama mereka. "Demi Allah, sungguh telah jelas bagi kalian semua bahwa dia adalah Rasul yang diutus. Dan dialah yang sesungguhnya yang kalian jumpai dalam kitab kaalian...." kalimat ini bukanlah kalimat seorang shahabat yang sedang berdakwah di hadapan Yahudi. Tetapi ini adalah pernyataan Ka'ab bin Asad, pemimpin Yahudi Bani Quraidzah. Dia sedang membuka ruang dialog dengan masyarakatnya yang dikepung oleh 3.000 pasukan muslimin, untuk menentukan keputusan yang akan mereka ambil. Maka benar, bahwa Yahudi telah memiliki ilmu yang matang, tetapi mereka tidak mau mengikuti kebenaran tersebut. Inilah yang disebut oleh Surat al-Fatihah sebagai masyarakat yang dimurkai. Para ulama menjelaskan bahwa tidaklah kaum Bani Israil itu diberi nama Yahudi dalam al-Qur'an kecuali dikarenakan setelah menjadi masyarakat yang rusak. Rangkaian doa kita setiap hari ini menyiratkan pentingnya belajar sejarah. Untuk bisa mengetahui detail bangsa dimurkai tersebut, bagaimana mereka, seperti apa kedurhakaan mereka, ilmu apa saja yang mereka ketahui dan mereka langgar sendiri, apa saja ulah mereka dalam menutup mata hati mereka sehingga mereka berbuat tidak sejalan dengan ilmu kebenaran yang ada dalam otak mereka. Sejarah mereka mengungkap semuanya. Kelompok ketiga, mereka yang sesat. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa bagian dari penafsirannya adalah masyarakat Nasrani. Masyarakat ini disebut sesat karena mereka memang tidak mempunyai ilmu. Persis seperti orang yang hendak berjalan menuju suatu tempat tetapi tidak mempunyai kejelasan ilmu tentang tempat yang dituju. Pasti dia akan tersesat jalan. Kelompok ketiga ini kehilangan ilmu walaupun mereka masih beramal.Masyarakat ini mengikuti para pemimpin agamanya tanpa ilmu. Menjadikan mereka perpanjangan lidah tuhan. Sehingga para pemimpin agamanya bisa berbuat semaunya, menghalalkan dan mengharamkan sesuatu. Sebagaimana yang jelas tercantum dalam ayat: "Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan." (QS. at-Taubah [9] : 31) Kisah' Adi bin Hatim berikut ini menjelaskan dan menguatkan ayat di atas, Dari 'Adi bin Hatim radhiallahu anhu berkata: Aku mendatangi Nabi shallallahu alaihi wasallam dan di leherku ada salib terbuat dari emas, aku kemudian mendengar beliau membaca ayat: Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah.Aku menyatakan: Ya Rasulullah sebenarnya mereka tidak menyembah rahib-rahib itu.Nabi menjawab: Benar. Tetapi para rahib itu menghalalkan untuk mereka apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah, maka itulah peribadatan kepada para rahib itu. (HR. Tirmidzi dan Baihaqi, dihasankan oleh Syekh al-Albani) Bagaimanakah mereka masyarakat nasrani menjalani kehidupan beragama mereka? Bagaimanakah mereka menjadikan pemimpin agama mereka menjadi perwakilan tuhan dalam arti boleh membuat syariat sendiri? Di manakah kesesatan mereka dan apa efeknya bagi umat Islam dan peradaban dunia? Semuanya dicatat oleh sejarah. Inilah doa yang selama ini kita mohonkan dalam jumlah yang paling sering dalam keseharian kita. Al-Fatihah yang merupakan surat pertama. Bahkan surat pertama yang biasanya dihapal terlebih dahulu oleh masyarakat ini. Surat utama yang paling sering kita baca. Surat yang mengandung doa yang paling sering kita panjatkan. Siratan perintah untuk belajar sejarah sangat kuat terlihat. Maka sangat penting kita memperhatikan kandungan surat yang paling akrab dengan kita ini. Agar terbukti dengan baik dan benar doa kita; "Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (QS. al-Fatihah [1] : 6-7)
audaraku yang hatinya indah, Kita tidak akan pernah tahu isi hati seseorang, apakah ia berkata atau beramal karena riya'. Bahkan menyangka seseorang berbuat riya', dapat menjatuhkan kita kepada dua keburukan, yaitu ujub dan buruk sangka, keduanya termasuk perbuatan dosa. Ingatlah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Sesungguhnya aku tidak diperintahkan untuk memeriksa isi hati manusia." (HRBukhari)
Jumat, 23 Desember 2011
SATE DAGING SAPI
Sate ini rasanya manis gurih karena direndam bumbu sebelum dibakar.
Aroma ketumbar, bawang dan kecap manisnya menebar wangi saat satai
dibakar. Hmm... buktikan saja kelezatannya!
Bahan:
500 g daging has sapi, potong tipis ukuran 2x3 cm
4 sdm kecap manis
tusuk satai
Haluskan:
3 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
½ sdt merica butiran
1 sdt garam
Pelengkap:
Sambal Kecap Rawit, aduk rata:
100 ml kecap manis
2 sdm air jeruk nipis
10 buah cabai rawit, iris halus
3 butir bawang merah, iris halus
Cara membuat:
Bahan:
500 g daging has sapi, potong tipis ukuran 2x3 cm
4 sdm kecap manis
tusuk satai
Haluskan:
3 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
½ sdt merica butiran
1 sdt garam
Pelengkap:
Sambal Kecap Rawit, aduk rata:
100 ml kecap manis
2 sdm air jeruk nipis
10 buah cabai rawit, iris halus
3 butir bawang merah, iris halus
Cara membuat:
- Aduk potongan daging has dengan Kecap Black Gold dan bumbu halus hingga rata.
- Diamkan selama 1 jam hingga bumbu meresap.
- Tusuki tiap 3-4 potong daging dengan tusuk satai.
- Bakar di atas bara api arang sambil balik-balik hingga matang.
- Sajikan hangat dengan Pelengkapnya.
resep ayam
Steak ayam klasik Eropa ini tak pernah surut penggemar. Lapisan tepung
roti di bagian luar terasa renyah garing. Bagian dalamnya lembut gurih
dengan lelehan keju dan harum daging asap. Hmmm..yummy!
Bahan:
2 potong dada ayam tanpa kulit dan tulang
2 lembar smoked beef
2 lembar keju mozzarella
1-2 butir telur ayam, kocok
50 g tepung terigu
50 g tepung roti
Garam dan merica
100 g French Fries
Cara membuat:
Bahan:
2 potong dada ayam tanpa kulit dan tulang
2 lembar smoked beef
2 lembar keju mozzarella
1-2 butir telur ayam, kocok
50 g tepung terigu
50 g tepung roti
Garam dan merica
100 g French Fries
Cara membuat:
- Sayat membujur daging dada ayam hingga terbuka dan berbentuk seperti kupu-kupu.
- Bungkus dengan plastik lalu pukul-pukul dengan pemukul daging hingga pipih.
- Taruh 2 lembar smoke beef kemudian selembar keju.
- Tutup hingga keju dan daging asap ada di bagian tengah.
- Gulingkan dalam tepung terigu, celupkan dalam telur kocok dan lapisi dengan tepung roti hingga rata.
- Goreng dalam minyak panas dan banyak di atas api sedang hingga kuning keemasan dan matang.
- Angkat, tiriskan. Sajikan dengan French fries.
harga emas. dinar dan dirham
"Emas disediakan oleh Sang Pencipta
untuk manusia dengan cukup, agar dengannya manusia bisa berniaga satu
sama lain secara adil... ^_^ . alhamdulillah
|
||||||||||||||||||||
aku bukan orang rata-rata
www.dBCN-menebusimpian.com/ ?id=goldenlife4ever
1. Orang RATA-RATA percaya pada KEBERUNTUNGAN semata, seorang PEMENANG
sangat percaya akan mendapat sesuatu hanya krn DISIPLIN berusaha.
===Keberuntungan itu ga akan tiba2 mengetuk pintu rumah kita loh, tp
cari dengan disiplin.
2. Orang RATA-RATA fokus hanya TUJUANNYA, sedangkan seorang PEMENANG fokus
pada PROSESNYA/PERJALANAN mencapai TUJUAN.=== Sama kok proses kita di
bisnis ini jg yg kadang bikin kita ga happy kan ? Tp justru menikmati
prosesnya itu yg nanti akan jd kebanggaan Insya Allah.
3. Orang RATA-RATA akan meminimalkan nilai kerja keras, jiwa seorang
PEMENANG akan membuat dirinya maksimal kerja keras.=== Kalo nelponOriflame
setengah hidup susah bener nyambungnya, tapi terus dicoba pasti akan ada ujungnya, bakhir dgn kata:
"Yesss, akhirnya nyambung juga loh " :p:p
4. Orang RATA-RATA selalu cari ALASAn dlm hal apapun termasuk
kegagalannya, seorang pemenang kan lbh mengambil suatu TINDAKAN
ketimbang menjelekkan situasinya.
5. Orang RATA-RATA hanya menunggu, seorang PEMENANG akan mengambil
langkah meskipun itu dlm ketakutan masa depannya yg blm jelas.
6. Orang RATA-RATA menjauhkan diri dari RESIKO, seorang yg berjiwa
PEMENANG akan merangkul RESIKO
7. Orang RATA-RATA akan mencari orang lain yg harus bertanggung jawab
atas sesuatu apapun itu, seorang PEMENANG hanya yakin bahwa dirinyalah
orang yg paling bertanggung jawab atas apapun yang terjadi pada dirinya.
Jadi yuk teman2, belajar memiliki jiwa seorang pemenang. Insya Allah jungkir baliknya kita menghadapi apa aja dalam bisnis bisa kita liat sesuatu hal yg positip baik untuk kemajuan bisnis atau
juga kepribadian kita yang jauh lebih bijaksana dan kuat.
Tetap semangat...Happy weekend!
Sharah
-disarikan dari training Motivator Indonesia Bapak Darmadi-
aneka bumbu dasar
bumbu dasar putih
Bumbu Dasar Merah
Bahan yang diperlukan: 10 buah cabai merah, 5 butir kemiri, 9 siung bawang merah, 5 siung bawang putih, 1 sendok teh biji lada, 1 sendok teh ketumbar, 1 sendok teh terasi, 1 sendok teh gula pasir, 1 sendok teh garam, dan 4 sendok makan minyak goreng.
Cara membuat: semua bumbu dihaluskan, lalu ditumis sampai harum dan matang. Bumbu dasar merah biasanya digunakan untuk sambal goreng, rendang, kering tempe, aneka pepes, sambal bajak, aneka gulai, ayam bumbu rujak, atau telur balado.
Bumbu Dasar Kuning
Bahan yang diperlukan: 10 siung bawang merah, 6 siung bawang putih, 7 butir kemiri, 1 sendok teh biji lada, 2 cm kunyit, 1 sendok teh garam, dan 3 sendok makan minyak goreng. Haluskan semua bumbu dan tumis hingga harum.
Simpan dalam wadah tertutup rapat, lalu masukan dalam freezer. Bumbu dasar kuning dapat digunakan untuk kari, acar kuning, pesmol ikan, nasi kuning, terik daging, aneka pepes, ayam goreng, dan lainnya.
bumbu dasar putih
Bahan yang diperlukan: 11 butir bawang merah, 6 siung bawang putih, 7 butir kemiri, 1 sendok teh biji lada, ½ sendok makan ketumbar, 1 sendok teh gula pasir, 1 sendok teh terasi, 1 sendok teh garam, dan 3 sendok makan minyak goreng.
Cara membuat: haluskan semua bumbu, tumis sampai harum. Bumbu dasar putih ini dapat digunakan untuk masakan seperti ase lidah, gudeg, terik daging, sayur bobor, tempe bacem, dan opor ayam.
Bumbu Dasar Merah
Bahan yang diperlukan: 10 buah cabai merah, 5 butir kemiri, 9 siung bawang merah, 5 siung bawang putih, 1 sendok teh biji lada, 1 sendok teh ketumbar, 1 sendok teh terasi, 1 sendok teh gula pasir, 1 sendok teh garam, dan 4 sendok makan minyak goreng.
Cara membuat: semua bumbu dihaluskan, lalu ditumis sampai harum dan matang. Bumbu dasar merah biasanya digunakan untuk sambal goreng, rendang, kering tempe, aneka pepes, sambal bajak, aneka gulai, ayam bumbu rujak, atau telur balado.
Bumbu Dasar Kuning
Bahan yang diperlukan: 10 siung bawang merah, 6 siung bawang putih, 7 butir kemiri, 1 sendok teh biji lada, 2 cm kunyit, 1 sendok teh garam, dan 3 sendok makan minyak goreng. Haluskan semua bumbu dan tumis hingga harum.
Simpan dalam wadah tertutup rapat, lalu masukan dalam freezer. Bumbu dasar kuning dapat digunakan untuk kari, acar kuning, pesmol ikan, nasi kuning, terik daging, aneka pepes, ayam goreng, dan lainnya.
bumbu dasar putih
Bahan yang diperlukan: 11 butir bawang merah, 6 siung bawang putih, 7 butir kemiri, 1 sendok teh biji lada, ½ sendok makan ketumbar, 1 sendok teh gula pasir, 1 sendok teh terasi, 1 sendok teh garam, dan 3 sendok makan minyak goreng.
Cara membuat: haluskan semua bumbu, tumis sampai harum. Bumbu dasar putih ini dapat digunakan untuk masakan seperti ase lidah, gudeg, terik daging, sayur bobor, tempe bacem, dan opor ayam.
dbc-network.com/?id=goldenlife4ever
bergabung dengan dbcnetwork membuat hidup penuh warna. senang saat bergabung, senang saat mengerjakan semua perjuangan dalam dbcnetwork ini. setiap langkah niatkan untuk menggapai ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala. tetap semangat dan yakinlah semuanya untuk saling membantu dan saling melengkapi. ^_^
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS 94 : 5-6).
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS 94 : 5-6).
Langganan:
Postingan (Atom)
